Perbedaan yang Menguatkan - ADAM FOTO COPY

ADAM FOTO COPY

Adam Foto Copy Padang Rubek

Selasa, 23 Agustus 2022

Perbedaan yang Menguatkan

 

Materi PPKN 

Bacalah Artikel Berikut:


Perbedaan yang
Menguatkan







Kampung
Cempaka adalah sebuah kampung
transmigran. Warganya berasal dari
berbagai
daerah padat di Pulau Jawa. Hal itu
menjadikan
mereka berbeda suku maupun agama.



Di
Kampung Cempaka, hiduplah lima orang
sahabat. Ada Asnah yang berdarah Sunda,
Utami dari Banyuwangi, Toni, seorang anak etnis Tionghoa yang sebelumnya tinggal di Semarang, Wande dari suku Tengger di Jawa Timur, dan Marta, anak seorang pendeta yang dahulu tinggal di
Solo.
Di Kampung Cempaka, rumah mereka
bersebelahan dan mereka pergi
ke sekolah yang
sama. Itu sebabnya mereka sangat akrab. Mereka suka
bermain bersama dan sering menghabiskan waktu di rumah satu
sama
lain.



Meskipun
berbeda suku, kebersamaan begitu kental terlihat dalam
keseharian mereka. Bersama anak-anak lain di Kampung Cempaka,
mereka
setiap akhir minggu berkumpul di balai
utama kampung. Biasanya, selain
berolahraga
bersama, mereka juga kerap berkeliling ke rumah warga,
membantu melakukan apa saja yang dibutuhkan warga.



Kadang-kadang
mereka membantu warga lanjut usia, sekadar membereskan
rumah atau menyiapkan makanan. Sesekali mereka juga membantu
orang
tua yang sedang bekerja bakti membersihkan
lingkungan.



Dari
Toni, mereka belajar menari Barongsai. Lalu mereka ajarkan tarian
itu kepada anak-anak sekampung. Sementara itu, setiap tiba
saat panen,
Wande dan keluarganya akan sibuk
memimpin warga membuat Tumpeng
Gede, yaitu nasi
khas dari daerah Tengger yang dibuat untuk mensyukuri
berkah Tuhan dalam wujud panen raya.



Sikap
toleransi yang ditunjukkan kelima sahabat itu memang sekadar
berupa hal-hal kecil. Hal kecil dalam keseharian itulah yang
mencerminkan
kehidupan Bhinneka Tunggal Ika di
Kampung Cempaka yang kaya akan
perbedaan. Mereka
hidup damai berdampingan dan tulus saling menjaga.

. . . . . . . . . . . . . . .