Kegiatan Ekonomi Negara-Negara ASEAN
Indonesia mengekspor hasil bumi seperti timah, tembaga, besi, minyak, gas, dan
nikel. Selain itu, Indonesia menghasilkan pupuk, tapioka, karet, kopi, kelapa
sawit, dan tembakau. Ikan tuna, udang, dan teh juga diekspor ke negara lain.
Brunei Darussalam terkenal
sebagai pengekspor minyak mentah, gas alam, dan produk minyak.
Penduduk Malaysia bermata
pencaharian dalam bidang pertanian, pertambangan,
dan perindustrian. Pertambangannya menghasilkan bijih timah terbesar di dunia.
Singapura mengekspor mesin dan alat
transportasi, alat elektronik, dan barang-barang konsumsi. Bahan kimia dan
produk olahan minyak dihasilkan juga di Singapura. Singapura termasuk negara
Asia Tenggara yang berpendapatan paling tinggi.
Mata pencaharian penduduk
Thailand adalah pertanian, kehutanan, pertambangan, dan industri. Penghasil
beras terbesar di Asia dan tiga sedunia (dijuluki Gajah Putih, negara Seribu
Pagoda, lumbung padi ASEAN)
Mata pencaharian penduduk
Filipina adalah pertanian, pertambangan, dan industri. Komoditas ekspor Filipina
terdiri atas gula, kopra, kayu, nanas, dan bijih tembaga.
Perekonomian sebagian besar
penduduk Vietnam adalah pertanian. Padi merupakan hasil utama pertanian di
Vietnam. Industri di Vietnam meliputi tekstil, semen, pupuk, kaca, dan ban.
Pertambangan di Vietnam menghasilkan emas, bijih besi, timah, gamping, fosfat,
tungsten (wolfram), dan seng. Hasil hutannya adalah bambu, kina, kayu, dan kayu
manis. Terdapat dua sungai penting, yaitu sungai Mekong dan sungai Songka.
Sebagian besar penghidupan
penduduk Kamboja di sektor pertanian.
Rakyat Laos hidup di sektor
pertanian yang menghasilkan beras, jagung, tembakau, jeruk, dan kopi.
Komoditas perdagangan Myanmar
meliputi kayu (terutama kayu jati), beras, pupuk, dan berbagai barang
kerajinan.
